Reuni IKABA (Ikatan Alumni Pesilba)



Kamis 24 Desember 2009 dini hari lalu, kompleks Pesantren Maslakul Huda diramaikan oleh deretan kendaraan-kendaraan yang terparkir di halaman gedung Putera. Serta hiruk pikuk para penumpang dan pengendaranya yang sedari pagi bergerombol di depan kantor Biro. Yang lebih menarik, keramaian tersebut di dominasi oleh kaum perempuan.


Para perempuan itu berduyun-duyun memadati kompleks pesantren bukan untuk berdemo atau berorasi, termasuk bukan dalam rangka memperingati hari ibu. Lebih dari itu, hari yang bertepatan dengan tanggal 7 Muharrom tersebut pesantren Maslakul Huda, terutama pesantren puterinya yakni Al Badi’iyyah memiliki acara spesial. Yakni reuni akbar alumni pesantren putri al badi’iyyah. Acara temu kangen yang diadakan oleh IKABA ( Ikatan Alumni Al Badi’iyyah ) itu semakin mendukung kemeriahan desa Kajen, karena bertepatan dengan peringatan haul hadratus Syaich KH. A. Mutamakkin yang berlangsung pada minggu tersebut.

Akn tetapi, gedung Auditorium BPPM PMH yang berperan sebagai tempat berlangsungnya acara baru dipenuhi oleh tamu undangan sekitar pukul 09.00 WIB. Padahal sebagian besar tamu sudah datang sejak pagi, bahkan ada yang sejak sehari yang lalu menginap di pondok puteri. Sebagian besar dari mereka memilih untuk sowan terlebih dahulu di kediaman pengasuh yakni KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Dra. Hj. Nafisah Sahal sebelum memasuki ruang auditorium. Agenda acara yang semula dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, akhirnya harus diundur menjadi pukul 09.00 WIB.

“Tujuan diadakannya  acara yang mulai tahun ini diadakan setiap tiga tahun sekali ini –sebelumnya dua tahun sekali- , selain dalam rangka temu kangen antar alumni santri, juga sebagai ajang sosialisasi kepada para alumni mengenai perkembangan pesantren Maslakul Huda dan Al Badi’iyyah, temu pengasuh, serta dalam rangka evaluasi yang mana ingin mengajak para alumni untuk ikut serta memberi masukan dalam usaha pengelolaan pesantren kedepan”. Hal tersebut yang disampaikan oleh Ibu Hj. Nafisah Sahal dalam pidato beliau menyambut para tamu undangan.

Yang menjadikan acara reuni kali ini berbeda dari dari tahun-tahun sebelumnya, diantaranya adalah antusiasme para tamu undangan, yang mana pada tahun-tahun sebelumnya tamu undangan yang hadir hanya terpusat pada yang berdomisili di sekitar Pati dan Jepara, kali ini kehadiran lebih merata. Dari 500 lebih undangan yang tersebar di kota-kota di jawa dan sumatera, tercatat hampir 200 undangan yang hadir dan rata-rata domisilinya merata. Hampir merata dari setiap kota yang tercantum dalam undangan –kecuali sumatra yang sama sekali nihil- diantaranya yakni Cirebon, Pati, Jepara, Semarang, Jombang, Rembang, Klaten, Jakarta, Blora, Demak, Kudus, Djogja, Tuban, dan beberapa kota lain masih di pulau Jawa. Jadi meski dari segi kuantitas tidak jauh beda dari tahun sebelumnya, akan tetapi dari segi kualitasnya, penyelenggaraan tahun ini lebih merata dibanding sebelumnya.

Perbedaan lain yang terlihat dengan adanya penampilan group rebana dari santri Al Badi’iyyah, artinya santri pesilba yang masih eksis juga ikut serta memeriahkan jalannya acara.

Selain itu, yang pada yang pada acara-acara sebelumnya selalu difokuskan pada ceramah ilmiah oleh abah sahal sendiri, kali ini berbeda. Para tamu undangan yang hadir bukan hanya sebagai alumni yang pasif akan tetapi juga sebagai partisipan yang memeriahkn jalannya acara. Seperti beberapa  sambutan diantarnya dari ketua panitia penyelenggara IKABA, dari perwakilan alumni, serta sesi sharing bersama Ibu Hj. Masriah Amfa, alumni dari Cirebon yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan hidup beliau. Kemeriahan acara juga didukung dengan adanya agenda acara yang tidak terduga. Yakni tahlil yang dipimpmn oleh salah satu alumni, dan penampilan ibu – ibu alumni yang ikut melantunkan beberapa lagu nasyid dan sholawat bersama grup rebana Pesiba.

Kemudian untuk acara inti sendiri, Bapak H. Faroeq Barlian selaku Pembantu Pengasuh Bidang Pendidikan diminta untuk mengisi ceramah ilmiah yang mana pada tahun – tahun sebelumnya selalu diisi oleh Abah Sahal. Dan kali ini mengusung tema mengenai Pendidikan.

Dari rangkaian acara yang di usung memeng berkesan formal.  Sehingga pada akhir acara, beberapa tamu undangan mengusulkan agar acara reuni berikutnya di buat lebih sederhana dan santai, sehingga suasana kekeluargaan dapat di hidupkan. Kenyataannya pada acara inti yakni pada saat penyampaian  materi oleh Bapak Faroeq, sebagian besar bahkan hampir seluruh tamu undangan justru memilih untuk “reuni sendiri” dari pada mendengarkan materi dengan seksama. Hanya sebagian kecil yang mengikuti jalannya materi dengan fokus. Berbeda ketika acara beranjak pada sesi sharing, mata yang sebelumnya tidak terfokus pada acara, sebagian besar mengalihkan perhatian ke depan. Jadi dapat di simpulkan, acara memang cukup sukses jika dilihat dari antusiasme dan partisipasi tamu undangan dalam menghadiri acara. Akan tetapi jika dilihat dari efektifitas agenda acaranya, acara ini cenderung kurang berhasil.

Agenda acara diakhiri dengan pembacaan keuangan IKABA, dan disusul pembentukan personalia kepengurusan IKABA untuk periode berikutnya. Ternyata meskipun para pelaku dalam organisas ini adalah para perempuan dewasa, dan kebanyakan telah berkeluarga, akan tetapi pada sesi terakhir ini suasananya tidak jauh berbeda bahkan bisa dibilang lebih kacau jika dibanding dengan kumpulnya anak-anak usia sekolah. Dan yang terakhir sebagai tanda perpisahan kembali, acara ditutup dengan mushofahah yang diiringi canda tawa para “perempuan senior Al – Badi’iyah”.

Momen Syuro memang selalu dinanti oleh masyarakat Kajen, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai santri. Tidak hanya meriah dengan pawai  dan padatnya para pedagang, akan tetapi tidak lupa juga memetik sedikit barokah Hadratus Syaikh terkasih K.H.A.Mutamakkin sebagai tujuan utama kemeriahan syuro ini. Semoga momen IKABA di syoro kali ini selain menjadi ajang mengenang kembali masa- masa menuntut ilmu di Al- Badi’iyah, juga dapat menguatkan tali silaturrahmi serta sebagai ajang meraih barokahnya Mbah Mutamakkin. Amien. 

 

amis 24 Desember 2009 dini hari lalu, kompleks Pesantren Maslakul Huda diramaikan oleh deretan kendaraan-kendaraan yang terparkir di halaman gedung Putera. Serta hiruk pikuk para penumpang dan pengendaranya yang sedari pagi bergerombol di depan kantor Biro. Yang lebih menarik, keramaian tersebut di dominasi oleh kaum perempuan.

Para perempuan itu berduyun-duyun memadati kompleks pesantren bukan untuk berdemo atau berorasi, termasuk bukan dalam rangka memperingati hari ibu. Lebih dari itu, hari yang bertepatan dengan tanggal 7 Muharrom tersebut pesantren Maslakul Huda, terutama pesantren puterinya yakni Al Badi’iyyah memiliki acara spesial. Yakni reuni akbar alumni pesantren putri al badi’iyyah. Acara temu kangen yang diadakan oleh IKABA ( Ikatan Alumni Al Badi’iyyah ) itu semakin mendukung kemeriahan desa Kajen, karena bertepatan dengan peringatan haul hadratus Syaich KH. A. Mutamakkin yang berlangsung pada minggu tersebut.

Akn tetapi, gedung Auditorium BPPM PMH yang berperan sebagai tempat berlangsungnya acara baru dipenuhi oleh tamu undangan sekitar pukul 09.00 WIB. Padahal sebagian besar tamu sudah datang sejak pagi, bahkan ada yang sejak sehari yang lalu menginap di pondok puteri. Sebagian besar dari mereka memilih untuk sowan terlebih dahulu di kediaman pengasuh yakni KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Dra. Hj. Nafisah Sahal sebelum memasuki ruang auditorium. Agenda acara yang semula dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, akhirnya harus diundur menjadi pukul 09.00 WIB.

“Tujuan diadakannya  acara yang mulai tahun ini diadakan setiap tiga tahun sekali ini –sebelumnya dua tahun sekali- , selain dalam rangka temu kangen antar alumni santri, juga sebagai ajang sosialisasi kepada para alumni mengenai perkembangan pesantren Maslakul Huda dan Al Badi’iyyah, temu pengasuh, serta dalam rangka evaluasi yang mana ingin mengajak para alumni untuk ikut serta memberi masukan dalam usaha pengelolaan pesantren kedepan”. Hal tersebut yang disampaikan oleh Ibu Hj. Nafisah Sahal dalam pidato beliau menyambut para tamu undangan.

Yang menjadikan acara reuni kali ini berbeda dari dari tahun-tahun sebelumnya, diantaranya adalah antusiasme para tamu undangan, yang mana pada tahun-tahun sebelumnya tamu undangan yang hadir hanya terpusat pada yang berdomisili di sekitar Pati dan Jepara, kali ini kehadiran lebih merata. Dari 500 lebih undangan yang tersebar di kota-kota di jawa dan sumatera, tercatat hampir 200 undangan yang hadir dan rata-rata domisilinya merata. Hampir merata dari setiap kota yang tercantum dalam undangan –kecuali sumatra yang sama sekali nihil- diantaranya yakni Cirebon, Pati, Jepara, Semarang, Jombang, Rembang, Klaten, Jakarta, Blora, Demak, Kudus, Djogja, Tuban, dan beberapa kota lain masih di pulau Jawa. Jadi meski dari segi kuantitas tidak jauh beda dari tahun sebelumnya, akan tetapi dari segi kualitasnya, penyelenggaraan tahun ini lebih merata dibanding sebelumnya.

Perbedaan lain yang terlihat dengan adanya penampilan group rebana dari santri Al Badi’iyyah, artinya santri pesilba yang masih eksis juga ikut serta memeriahkan jalannya acara.

Selain itu, yang pada yang pada acara-acara sebelumnya selalu difokuskan pada ceramah ilmiah oleh abah sahal sendiri, kali ini berbeda. Para tamu undangan yang hadir bukan hanya sebagai alumni yang pasif akan tetapi juga sebagai partisipan yang memeriahkn jalannya acara. Seperti beberapa  sambutan diantarnya dari ketua panitia penyelenggara IKABA, dari perwakilan alumni, serta sesi sharing bersama Ibu Hj. Masriah Amfa, alumni dari Cirebon yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan hidup beliau. Kemeriahan acara juga didukung dengan adanya agenda acara yang tidak terduga. Yakni tahlil yang dipimpmn oleh salah satu alumni, dan penampilan ibu – ibu alumni yang ikut melantunkan beberapa lagu nasyid dan sholawat bersama grup rebana Pesiba.

Kemudian untuk acara inti sendiri, Bapak H. Faroeq Barlian selaku Pembantu Pengasuh Bidang Pendidikan diminta untuk mengisi ceramah ilmiah yang mana pada tahun – tahun sebelumnya selalu diisi oleh Abah Sahal. Dan kali ini mengusung tema mengenai Pendidikan.

Dari rangkaian acara yang di usung memeng berkesan formal.  Sehingga pada akhir acara, beberapa tamu undangan mengusulkan agar acara reuni berikutnya di buat lebih sederhana dan santai, sehingga suasana kekeluargaan dapat di hidupkan. Kenyataannya pada acara inti yakni pada saat penyampaian  materi oleh Bapak Faroeq, sebagian besar bahkan hampir seluruh tamu undangan justru memilih untuk “reuni sendiri” dari pada mendengarkan materi dengan seksama. Hanya sebagian kecil yang mengikuti jalannya materi dengan fokus. Berbeda ketika acara beranjak pada sesi sharing, mata yang sebelumnya tidak terfokus pada acara, sebagian besar mengalihkan perhatian ke depan. Jadi dapat di simpulkan, acara memang cukup sukses jika dilihat dari antusiasme dan partisipasi tamu undangan dalam menghadiri acara. Akan tetapi jika dilihat dari efektifitas agenda acaranya, acara ini cenderung kurang berhasil.

Agenda acara diakhiri dengan pembacaan keuangan IKABA, dan disusul pembentukan personalia kepengurusan IKABA untuk periode berikutnya. Ternyata meskipun para pelaku dalam organisas ini adalah para perempuan dewasa, dan kebanyakan telah berkeluarga, akan tetapi pada sesi terakhir ini suasananya tidak jauh berbeda bahkan bisa dibilang lebih kacau jika dibanding dengan kumpulnya anak-anak usia sekolah. Dan yang terakhir sebagai tanda perpisahan kembali, acara ditutup dengan mushofahah yang diiringi canda tawa para “perempuan senior Al – Badi’iyah”.

Momen Syuro memang selalu dinanti oleh masyarakat Kajen, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai santri. Tidak hanya meriah dengan pawai  dan padatnya para pedagang, akan tetapi tidak lupa juga memetik sedikit barokah Hadratus Syaikh terkasih K.H.A.Mutamakkin sebagai tujuan utama kemeriahan syuro ini. Semoga momen IKABA di syoro kali ini selain menjadi ajang mengenang kembali masa- masa menuntut ilmu di Al- Badi’iyah, juga dapat menguatkan tali silaturrahmi serta sebagai ajang meraih barokahnya Mbah Mutamakkin. Amien. 
Comments
Add NewSearchRSS
Write comment
Name:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 

Powered by JoomlaCommentCopyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.Homepage: http://cavo.co.nr/

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Foto Galeri

ShoutMix chat widget