|
Proses kehidupan terus berjalan dan komplek menuju nalarnya sendiri, modernisasi dan liberalisasi lambat laun telah merubah banyak hal, nilai-nilai yang dulunya dianggap baik dan masih dipegang teguh memudar seiring berkembangnya tuntutan kehidupan. Pragmatisme dan sekulerisme mempengaruhi keduanya, masyarakat dan pesantren. Kebutuhan keduanya juga semakin berkembang dan komplek. Situasi ini pada tahap selanjutnya menempatkan pesantren dan masyarakat dalam situasi dilematis, penentuan sikap dan pilihan keputusan akan mempengaruhi pola relasi dan komunikasi yang selama ini telah terjalin. Disatu sisi pesantren membutuhkan masyarakat dalam hal dukungan dan partisipasi dalam proses pengembangan, sementara masyarakat juga masih membutuhkan pesantren sebagai kiblat dalam mencerna dan memaknai setiap perubahan yang terus berkembang
|
|
LATAR BELAKANG PENDIRIAN Tujuan dan prinsip utama pembangunan adalah bagaimana menghilangkan kemiskinan dan penyebab utamanya, kemiskinan tidak hanya berhubungan dengan tidak terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari secara ekonomi saja namun lebih dari itu kemiskinan juga menyangkut dan berhubungan erat dengan pendapatan dan aset, kesehatan, harapan hidup, makanan, tempat berteduh, pendidikan, rasa aman, akses pada sumber daya dan standar hidup lainnya
|
|
Dalam struktur kelembagaan Maslakul Huda, Pesilba ( pesantren putri al-badi’iyah) merupakan satu dari dua lembaga pendidikan yang dimilikinya. Sebagaimana disinggung diatas dalam sistem pendidikan yang digagas Maslakul Huda tarbiyah merupakan salah satu pilar terpenting dalam mewujudkan insan mandiri, yaitu melalui berbagai aktifitas dan program yang dilakukan didalamnya. Dalam proses berdirinya, pesilba tidak lahir begitu saja namun melalui beberapa proses tahapan yang cukup panjang apalagi jika dilihat keterpautan berdirinya dengan pesantren putra.
|
|
|