Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) atau asosiasi pesantren NU menggelar peluncuran dan konferensi pers Hari Santri 2017 di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat (10/8). Panitia hari santri tahun ini mengangkat tema “Santri Mandiri, NKRI Hebat”.

Mengenai tema yang disusung ini, Ketua PP RMI KH Abdul Ghofarrozin mengatakan, tema ini dengan logika terbalik, yakni kalau santri tidak mandiri, berarti NKRI tidak hebat.

“Kalau santri tidak mandiri, berarti akan ada persoalan yang cukup serius terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. maka NKRI perlu dipertanyakan kekuatannya dan kewibawaannya,” katanya.

Menurutnya, peringatan Hari Santri yang ke-3 ini sudah mulai bergeser dari peringatan-peringatan yang sifatnya simbolis, menuju peringatan-peringatan yang lebih substantif.

Ia menjelaskan, dengan mengusung tema kemandirian ini, diharapakan menjadi pemicu para santri untuk lebih mandiri lagi. “Bukan berarti yang dulu tidak mandiri, tetapi kita dorong lagi supaya kemudian santri lebih mandiri lagi. Mandiri ekonomi, mandiri politik dan lain-lain,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Gus Rozin, acara peluncuran ini tidak berlebihan, mengingat agak besar supaya gaungnya juga agak sedikit besar.

Menurutnya, acara ini tidak semata-mata untuk memperingati Hari Santri, tapi juga untuk memberikan informasi secara cukup kepada publik.

“Bahwa repubik ini tidak bisa meninggalkan pesantren, republik ini tidak bisa meninggalkan santri,” jelasnya.

Tampak hadir pada acara ini Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waketum PBNU Mochammad Maksum Machfoedz dan beberapa tamu undangan dari beberapa perwakilan kementrian. (Husni Sahal/Alhafiz K.)

 

Sumber : NU Online