IMG_2426Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin menandatangani dokumen peresmian Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al Fiqh di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, Kamis (29/09).

Bukan hanya meresmikan Ma’had Aly, Menag juga menjadi keynote speaker dalam seminar bertajuk “Dari Pesantren untuk Negeri: Peran Pesantren dalam Mempersiapkan Mutafaqqih fi ad-Din melalui Ma’had Aly sebagai Basis Pengembangan Mental Bangsa.” Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka Peresmian Ma’had Aly dan peringatan 1000 hari wafatnya KH. MA. Sahal Mahfudh.

Dalam paparannya, Lukman menyampaikan peran Mahad Aly yang sangat penting dalam membangun peradaban bangsa Indonesia. “Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam punya peran strategisdalam memajukan pendidikan Islam berbasis pesantren di Indonesia. Ma’had Aly tidak hanya untuk kepentingan pesantren saja, tetapi juga dunia Islam dan bangsa Indonesia,” ujar Lukman.

Dia menambahkan bahwa Ma’had Aly tercantum dalam undang-undang sebagai pendidikan tinggi. Karena itu, Ma’had Aly memiliki legalitas yang kuat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan sistem pendidikan nasional, setara dengan STAIN, IAIN, UIN, dan lembaga pendidikan tinggi lainnya.

Namun demikian, Ma’had Aly akan konsen pada kajian-kajian keislaman murni seperti di Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda yang fokus pada kajian fiqh dan ushul fiqh.“Ma’had Aly akan menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang agama Islam berbasis kitab kuning. Hal tersebut adalah wujud pelembagaan atas tradisi pesantren tingkat tinggi,” jelas Lukman.

Sementara itu, Pengasuh Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda, Abdul Gofar Rozin menuturkan, Ma’had Aly nantinya akan menciptakan ulama-ulama masa depan yang bisa menjawab tantangan zaman. Beliau memastikan bila kehadiran Ma’had Aly akan selalu konsen pada kajian keislaman murni dan tidak akan terbawa arus menjadi lembaga seperti STAIN, IAIN atau UIN.

Selain Mentri Agama, acara peresmian dan seminar ini dihadiri Direktur Jendral Pendidikan Islam; Prof. Dr. Phil. KH. Kamarudin Amin, KH. Ahmad Ginanjar Sya’ban. Lc. MA., beberapa Kiai Pengasuh Pondok Pesantren se-Jawa Tengah, dosen serta mahasiswa Institut Pesantren Mathal’ul Falah, dan beberapa santri dari pesantren-pesantren di Kajen.

Rencananya Seminar ini dinarasumberi oleh dua orang yaitu Prof Dr Phil KH Kamarudin Amin dan KH Ahmad Ginanjar Sya’ban Lc MA. Namun pada akhirnya seminar hanya dinarasumberi oleh KH Ahmad Ginanjar karena KH Kamarudin Amin harus menemani Menteri Lukman Hakimyang meninggalkan acara terlebih dahulu.