Peringatan Haul ke II KH MA Sahal Mahfudh diperingati dengan rangkaian acara

1. Lomba Nulis

Tema Lomba Nulis pada peringatan Haul Kiai Sahal Mahfudh ke II adalah “Kiai dalam gerakan transformasi sosial”. Peserta boleh memilih sendiri siapa sosok Kiai dalam Karya Tulisnya. Peserta lomba adalah Santri Pesantren dan Siswa Madrasah se Eks-Karisidenan Pati dan Demak. Kegiatan lomba mulai diumumkan mulai tanggal 25 November kemudian presentasi dan penetuan Juara hari sabtu tanggal 26 Desember 2015 dan penyerahan hadiah pada tanggal 2 Januari 2016 di Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) bertepatan dengan Lounching Buku Kiai Kajen. Buku yang akan di-Lounching tersebut merupakan hasil lomba peringatan Haul Kiai Sahal Mahfudh ke I yang telah berhasil di cetak oleh Panitia.

2. Launching & Bedah Buku “Islam Nusantara dalam Tindakan” Samudra Hikmah Kiai-Kiai Kajen

Pelaksanaan Launching Buku Biografi Kiai Kajen merupakan kegiatan Pelatihan dan Lomba Nulis pada Haul ke I. Harapannya santri akan termotivasi dan termotivasi untuk giat menulis setelah diadakan Launching Buku Biografi Kiai Kajen. Hal ini membuktikan keseriusan Panitia Haul Kiai Sahal untuk tidak hanya membuat suatu kegiatan tetapi lebih dari itu yakni memuculkan produk berupa melegendakan karya tulis yang berhubungan dengan teladan seorang Kiai yang patut untuk dicontoh bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 2 januari 2016 di IPMAFA mulai jam 08.00 sampai 12.00. Pesertanya adalah 20 pemenang lomba Nulis pada Haul Ke I, pesereta Lomba Nulis ke II dan 100 tamu undangan dari pesantren dan madrasah se Kabupaten Pati.

3. Khataman Bi Al Nadhor, Khataman Bil Ghoib, dan Tahlil

Tahlil atau biasa disebut tahlilan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengirim doa dan pahala yang diperuntukan bagi orang yang wafat melalui serangkaian bacaan tahlil dan diteruskan dengan doa agar amal seseoarang yang ditahlili diterima dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT.
Di Jawa khususnya dikalangan Nahdliyin, tahlilan sudah menjadi sebuah tradisi turun temurun masyarakat Jawa yang rutin dilaksanakan sampai sekarang. Tradisi ini diselenggarakan secara berurutan mulai malam ketujuh, empat puluh, seratus, pendak pisan (satu tahun), pendak pindho (dua tahun) hingga keseribu hari dari wafatnya seseorang.
Sederhananya, tahlilan adalah kegiatan megirim doa kepada seseorang yang telah wafat dengan bacaan-bacaan al Qur’an, tahlil, tasbih, sholawat dan lain sebagainya dengan tujuan menghadiahkan pahala dari sisi Allah SWT. Menghadiahkan pahala dimaksudkan untuk menjadikan ganjaran dari sebuah amal agar dapat dinikmati oleh orang yang wafat dan juga dapat dinikmati oleh orang yang membaca itu sendiri.
Tahlilan dalam rangka memperingati dua tahun wafatnya Kiai Sahal Mahfudh ini akan dilaksanakan di Pesantren Maslakul Huda diselenggarakan secara umum di Halaman Pesantren Maslakul Huda pada hari sabtu malam ahad, tanggal 2 januari 2016 mulai jam 19.30 sampai 22.00. Acara tersebut didahului dengan rangkaian acara Takhtiman Bil Ghoib oleh 18 khuffadh Pesantren Maslakul Huda di Musholla Pesantren Maslakul Huda mulai jam 06.00 sampai 15.00, Takhtiman Bin Nadhor dilanjutkan tahlil serta Do’a khotmil Qur’an dilaksanakan oleh semua santri Pesantren Maslakul Huda di Maqbaroh Kiai Sahal mulai jam 15.30 sampai 17.00 .