Pesantren Maslakul Huda Li Al Mubtadi’in adalah salah satu bagian dari Pesantren Maslakul Huda yang dikhususkan untuk anak tingkatan kelas diniyah ula, kelas VII, dan VIII Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen. Santri Pesantren Maslakul Huda Li Al Mubtadi’in berjumlah 140 santri. Dalam kesehariannya santri Mubtadi’in didampingi oleh 10 musyrif  (pembimbing). Musyrif tersebut dipilih dari santri senior pilihan Pesantren Maslakul Huda. Fungsi musyrif adalah mendampingi para santri yang masih kecil dalam berbagai hal, misalnya menjadi guru disaat mereka mengaji, mengatur uang jajan dan uang khoirot sekolah atau pondok, mengontrol akhlaq santri dalam bergaul dan lain sebagainya.

Kemarin hari kamis dan jum’at tanggal 26 – 27 November 2015, santri Mubtadi’in mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh RMI Jateng, bertema “Pesantrenku Bersih Pesantrenku Keren”. Suatu tema yang simpel, mudah dimengerti dan penuh makna. Tim Pelatihan ini Bapak Faiz Aminuddin dan mahasiswa IPMAFA.

Tujuan pelatihan ini adalah menumbuhkan semangat budaya hidup bersih sebagai seorang santri. Santri zaman sekarang harus lebih sadar tentang kebersihan diri sendiri dan kebersihan lingkungan. Sebenarnya dua hal tersebut satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Secara sederhana, jika lingkungan kotor banyak sampah berserakan dikamar tidur, kamar mandi, dan lingkungan pasti akan menimbulkan penyakit bermacam-macam misalnya saja plastik bekas jajan es yang dibuang di sembarangan tempat atau selokan pondok yang tersumbat karena sampah pasti akan digunakan sarang nyamuk. Bagaimana jika nyamuk itu nyamuk demam berdarah sudah pasti akan berbahaya bagi kesehatan santri itu sendiri.

Gambaran pelatihan tersebut pertama, semua santri berkumpul di musholla kemudian diberikan penjelasan mengenai latar belakang program pelatihan kebersihan bertema “Pesantrenku Bersih Pesantreku Keren” oleh Pak Faiz Aminuddin. Santri perlu tahu kenapa mereka harus memiliki Budaya Hidup Bersih apalagi mereka adalah seorang santri. Santri dikenalkan dengan istilah-istilah yang menarik seperti “Kamarmu adalah istanamu dan sampah adalah kesempatan amal ibadahmu”.

Kedua, santri membentuk kelompok-kelompok kecil, setiap kelompok didampingi satu mGambar 4ahasiswa IPMAFA. Pembentukan kelompok itu bertujuan agar anak menjadi lebih terfokus pada materi pembahasan. Dengan Monitor yang ada di Musholla, mereka diperlihatkan foto-foto kondisi lingkungan mereka yang sebagian ada yang tidak membuang sampah di tempatnya, kemudian disetiap kelompok disuruh mengomentarai kondisi tersebut. Rata-rata mereka jika disuruh mengungkapkan pendapatnya, muncul candaan-candaan dari mereka sehingga membuat ramai kondisi pelatihan. Sembari mereka mengomentari foto-foto tersebut kakak-kakak dari IPMAFA menerangkan bagaimana agar lingkungan tetap bersih. Setelah itu supaya santri tidak bosan, mereka diajak keluar mushola untuk melihat lingkungan mereka sendiri.

Ketiga, setelah merGambar 5eka mengetahui apa itu Budaya Hidup Bersih mereka disuruh praktik kerja bakti membersihkan kamar tidur, kamar mandi, dan lingkungan bermain mereka. Mereka terlihat bergembira mengikuti pelatihan tersebut. Menurut Mas Anwar salah satu mahasiswa IPMAFA, dia senang bersama dengan santri mubtadiin dari 10 santri yang menjadi kelompoknya 8 diataranya selalu aktif bertanya dan aktif mengikuti kerja bakti. Bahkan ketika membersihkan selokan pondok mereka mau dan tidak merasa bau.

Pak Faiz sebagai narasumber pelatihan, pelatihan ini bukan hanya menjadi pelatihan sehari yang akan berhenti saat pelatihan itu berakhir. Tetapi pelatihan ini akan benar-benar sesuai dengan harapannya yaitu menciptakan Budaya Hidup Bersih di Pesantren Maslakul Huda Li Al Mubtadi’in tidak hanya menjadi sebuah wacana saja. Kedepan rencananya pelatihan ini akan diadakan di beberapa pesantren-pesantren di Pati yang itu nanti akan dijadikan sebagai pesantren percontohan bagi pesantren-pesantren lainnya. Sehingga “Pesantrenku Bersih Pesantrenku Keren” akan menjadi selogan yang pantas diucapkan oleh santri dengan bangga pada pesantrennya masing-masing.

Gambar 2